Penerapan Model Civil Society Melalui Organisasi Klinik Pelayanan Publik Desa Molas Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo

Main Article Content

Rustam Tohopi
Yacob Noho Nani

Abstract

Penerapan nilai-nilai publik dalam pelaksanaan berbagai kebijakan publik merupakan salah satu proses transformasi nilai-nilai dalam peningkatan pelayanan publik. Namun dalam berbagai praktek empiris pelaksanaan pelayanan ini seringkali diperhadapkan dengan berbagai faktor dan kendala seperti keterbatasan struktur birokrasi dan sumberdaya kebijakan yang dimiliki oleh pemerintah dan akhirnya berimplikasi pada rendahnya pelayanan publik. Salah satu faktor utama dalam keberhasilan pelayanan adalah ketepatan sasaran dalam implementasi berbagai kebijakan oleh pemerintah. Untuk melakukan analisis terjadi permasalahan tersebut. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan pengembangan penerapan civil society melalui peran organisasi sosial masyarakat berupa Organisasi klinik pelaynan publik. Beberapa faktor keberhasilan yang menentukan peningkatan pelayanan publik akan dianalisis dengan beberapa implikasi teoritis dan empiris melalui peran pemberdayaan masyarakat yang dijalankan melalui fungsi Oragnisasi Klinik Pelayanan Publik. Dengan analisis secara kualitatif maka dirumuskan model pengembangan dengan faktor-faktor keberhasilan antara lain: 1) Dukungan publik; 2) Sumberdaya Pelayanan; 3) Komunikasi dan 4) Peran Fasilitator dalam pemberdayaan masyarakat. Keseluruhan faktor tersebut diperlukan untuk peningkatan ketepatan sasara antara tujuan pelayanan dan kebutuhan masyarakat. 
 
The application of public values in the implementation of various public policies is one of the processes of transforming values in improving public services. However, in various empirical practices, the implementation of these services is often faced with various factors and obstacles such as the limitations of the bureaucratic structure and policy resources owned by the government and ultimately have implications for low public services. One of the main factors in the success of services is the accuracy of targeting in the implementation of various policies by the government. To analyse these problems. This service is carried out with the aim of developing the application of civil society through the role of community social organisations in the form of a public service clinic organisation. Several success factors that determine the improvement of public services will be analysed with several theoretical and empirical implications through the role of community empowerment carried out through the function of the Public Service Clinic Organisation. With qualitative analysis, a development model is formulated with success factors including: 1) Public support; 2) Service Resources; 3) Communication and 4) Facilitator role in community empowerment. All of these factors are needed to increase the accuracy of the target between service objectives and community needs.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Rustam Tohopi, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Administrasi Publik

Yacob Noho Nani, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Administrasi Publik

How to Cite

Penerapan Model Civil Society Melalui Organisasi Klinik Pelayanan Publik Desa Molas Kecamatan Bongomeme Kabupaten Gorontalo. (2025). Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 52-62. https://doi.org/10.59713/ejppm.v3i2.1673

References

Achmad, S. N. (2025). Responsivitas Pelayanan Publik di Era Digital: Evaluasi Peran Institusi dalam Penanganan Cyber Sexual Harassment. Parlementer : Jurnal Studi Hukum Dan Administrasi Publik, 2(2), 70–81. https://doi.org/10.62383/parlementer.v2i2.669

Amalia, S., Dwi, I., & Nurhaeni, A. (2021). Komunikasi dan Disposisi Penanganan Kekerasan Pada Perempuan dan Anak: Studi Kasus Pada Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Kota Surakarta. Jurnal Mahasiswa Wacana Publik, 1(2), 300–397.

Ardiansyah. (2020). Ardiansyah. (2020). Menciptakan Dan Mengembangkan Usaha Baru UMKM Di Desa Biluango Kecama. LPM UNG.

Azzuhri, M. (2009). Pendidikan Berkualitas ( Upaya Menuju Perwujudan Civil Society ). Jurnal Forum Tarbiyah, 7(2), 143–156.

Barata, A. A. (2003). Dasar- Dasar Pelayanan Prima. Elex Media.

Beenstock, Z. (2016). The Politics Of Romanticism. Edinburgh University Press.

Castells, M. (2008). The new public sphere: Global civil Society, communication networks, and global governance. Annals of the American Academy of Political and Social Science, 616(1), 78–93. https://doi.org/10.1177/0002716207311877

Colette, M. (2015). Freedom and Dignity in The Social Contract. 1.

Culla, A. S. (1999). Masyarakat Madani Pemikiran Teori dan Relevansinya dengan Cita-Cita Reformasi. Raja Grafindo.

Darmawan, J. M. & lalu. (1999). Wacana Civil Society ( Masyarakat Madani ) DI Indonesia.

Devano, A. G., Lusiana, M. M., Aulia, Z., Adyatma, F., Wandini, V. V., Wulandari, P. K., Studi, P., & Pemerintahan, I. (2025). Kolaborasi Antar Aktor dalam Penyediaan Layanan Publik di Kota Malang: Studi pada Layanan Job Fair Active Learning. Journal of Innovative and Creativity, 5(2), 2025. https://joecy.org/index.php/joecy

Erlianti, D. (2019). Kualitas Pelayanan Publik. JAPaBIS: Jurnal Administrasi Publik Dan Bisnis, 1(1), 9–18. http://ejournal.stia-lk-dumai.ac.id/index.php/japabis

Gaspersz, V. (2011). Total quality management (TQM). Gramedia Pustaka Utama.

Handini, S., Sukesi, & Astuti, H. K. (2021). Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam Pengembangan UMKM Wilayah Pesisir (1st ed.). Scopindo Media Pustaka.

Hardiyansyah. (2011). Kualitas Pelayanan Publik. Gava Media.

Indonesia, K. R. (2003). Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

Jayasuriya, K., & Hewison, K. (2004). The antipolitics of good governance: From global social policy to a global populism? Critical Asian Studies, 36(4), 571–590. https://doi.org/10.1080/1467271042000273257

Jayasuriya, K., & Rodan, G. (2007). Beyond Hybrid Regimes: More Participation, Less Contestation in Southeast Asia. Https://Doi.Org/10.1080/13510340701635647, 14(5), 773–794. https://doi.org/10.1080/13510340701635647

Kusuma, V. A. M., Sahabuddin, Z. A., & Hutasoit, P. S. J. K. (2022). Strategi Digital Marketing pada Usaha Mikro dan Menengah (UMKM) di Masa Pandemi Covid-19 Melalui Pendekatan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat. Jurnal Cafetaria, 3(1), 24–35. http://ejurnal.universitaskarimun.ac.id/index.php/akuntansi/article/view/492

Macid, H. M. (1987). John Stuart Mill: 1806-1873. History of Political Philosophy.

Mahsyar, A. (2011). Masalah Pelayanan Publik DI Indonesia Dalam Perspektif Adminsitrasi Publik. I(2), 81–90.

Morris, C. W. (1999). The Social Contract Theoritis. Rowman & Littlefield Publishing, INC.

Nurdin, I., Imelda, D. Q., Budiarti, I. N., & Dwiyant. (2024). Manajemen Sumber Daya Manusia Mengelola Talenta Untuk Kinerja Optimal (1st ed.). Media Penerbit Indonesia.

Rachman, M. (2021). Manajemen Pelayanan Publik (Tahta Media, Ed.; 1st ed.). Tahta Media.

Radjak, D. A., Ra’is, D. U., & Rohman, A. (2024). Pembangunan Masyarakat Desa. Forind.

Raharjo, M. D. (1999). Demokrasi, Agama dan Masyarakat Madani. 25–33.

Rahman, M. T. (2013). FILSAFAT SOSIAL DAN POLITIK TRANSFORMATIF (Kajian Perbandingan antara Pemikiran Marx dan Shariati).

Rizani, A. (2017). Analisis Potensi Ekonomi Di Sektor Dan Subsektor Pertanian, Kehutanan Dan Perikanan Kabupaten Jember. Jurnal Ekonomi Pembangunan, 15(2), 137. https://doi.org/10.22219/jep.v15i2.5361

Rumbogo. (2014). Pengembangan Kebijakan dan Strategi Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Septiana, A. R., Zahari, A. F. M., & Tohopi, R. (2020). Policy Implementation: The Strengthen Communication In Fishermen Insurance Government Program (BPAN) Tanggetada District, Kolaka Regency. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi Publik, 10(2), 507–517. https://doi.org/https://doi.org/10.26858/jiap.v10i2.16198

Setijaningrum, E. (2009). Inovasi Pelayanan Publik (Yudi & Fendy, Eds.). Medika Aksara Globalindo. www.sastratara.co.id

Sihombing, Y. (2023). Inovasi Kelembagaan Pertanian Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan. Proceedings Series on Physical & Formal Sciences, 5, 83–90. https://doi.org/10.30595/pspfs.v5i.707

Sofwan, E. (2017). Penguatan Civil Society Berdasarkan Hak Asasi Manusia Di Negara Hukum Pasca Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 1. Dinamika Masalah Hukum Dan Keadilan, 4, 287–315.

Stark, R. (2003). One True God Consequences of Monotheism, terj. M. Sadat Ismail. Nizam Press.

Sudiono, L. (2020). State And Civil Society : G.W.F Hegel Conception On The State’s Constitution. 32, 122–134.

Sukmariningsih, R. M., & Mashari. (2023). Urgensi Penggunaan Politik Identitas Terhadap Perilaku Pemilih Pada Pilihan Presiden 2024 yang Demokrasi. Prosiding APHTN-HAN, 1(1), 297–316. https://www.voaindonesia.com

Tohopi, R., Nani, Y. N., Tui, F. P., & Abdussamad, J. (2024). Tata Kelola Kebijakan Dana Desa dan Partisipasi Kultural Masyarakat Desa di Kabupaten Boalemo. Dynamics Of Rural Society Journal, 2(1), 11–21.

Wicaksono, A. S. (2022). Perbandingan Kontrak Sosial John Locke dan Thomas Hobbes. Adalah, 6(2), 89–97. https://doi.org/10.15408/adalah.v6i2.25075

Winarsih, R. & A. S. (2006). Manajemen Pelayanan. Pustaka. Pelajar.

Yee, L. M., Ming, H. W., & Yang, Y. (n.d.). Rousseau and The Social Contract.

Zulkifli, & Tahir, I. (2023). Pemerintah Daerah: Antara Inovasi, Kinerja Organisasi, dan Pelayanan Publik (Ruhimat, Ed.). Epigraf Komunikata Prima.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.