Internalization Of Local Wisdom Values To Support The Policy Of Reducing Stunting In Tinukari Village, North Kolaka Regency
Main Article Content
Abstract
This study aims to understand and analyze the role of local wisdom values in supporting stunting reduction policies in rural areas. The research location was in Tinukari Village, Wawo District, North Kolaka Regency. The urgency of this study stems from the phenomenon of stunting cases which are still a national problem, so that it requires serious handling from all levels of government, from the national level to the village government level. The seriousness of the village government in handling stunting must continue to be encouraged in order to welcome the demographic bonus in 2030 and the vision of a golden Indonesia in 2045. In this study, data collection was carried out through interviews and documentation studies. While data analysis was carried out with a three-flow process procedure, namely: data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the analysis show that the stunting handling policy carried out by the Tinukari village government is based on input from various elements of society at the stunting discussion event in the village. The stunting discussion activity is one of a series of pre-deliberations at the village level in order to prepare the Tinukari Village Government Work Plan (RKP) every year. The strategies carried out include: (1) encouraging the back to nature movement. This movement is carried out by maximizing the potential of agricultural products owned by Tinukari village. By encouraging residents, especially pregnant and breastfeeding mothers, to consume fresh vegetables from their own gardens; (2) building collaboration and synergy based on local wisdom. The concrete efforts made through this movement are to revive the spirit of "mepokoaso" (united/mutual cooperation) in solving every problem of community life according to their respective roles in society.
Penelitian ini bertujuan memahami dan menganalisis peran nilai kearifan lokal dalam mendukung kebijakan penurunan stunting di pedesaan. Lokus penelitian dilakukan di Desa Tinukari Kecamatan Wawo Kabupaten Kolaka Utara. Urgensi dari penelitian ini berangkat dari fenomena kasus stunting yang masih menjadi masalah secara nasional, sehingga memerlukan penanganan yang serius dari semua level pemerintahan, dari tingkat nasional hingga di tingkat pemerintahan desa. Keseriusan pemerintah desa dalam penanganan stunting harus terus didorong dalam rangka menyongsong bonus demografi tahun 2030 dan visi Indonesia emas tahun 2045. Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Sedangkan analisis data dilakukan dengan prosedur tiga alur proses, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa strategi kebijakan penanganan stunting yang dilakukan oleh pemerintah desa tinukari didasarkan hasil masukan dari berbagai elemen masyarakat pada acara kegiatan rembuk stunting di desa. Kegiatan rembuk stunting merupakan salah satu rangkaian pra musyawarah di tingkat desa dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Tinukari setiap tahunnya. Adapun strategi yang dilakukan antara lain adalah: (1) menggalakkan gerakan kembali ke alam (back to nature). Gerakan ini dilakukan dengan memaksimalkan potensi hasil pertanian yang dimiliki oleh desa tinukari. Dengan mendorong warga masyarakat terutama kaum ibu hamil dan menyusui untuk mengkonsumsi sayur-sayuran segar dari hasil kebun sendiri; (2) membangun kolaborasi dan sinergi dengan berbasis kearifan lokal. Upaya konkrit yang dilakukan melalui gerakan ini adalah membangkitkan kembali spirit “mepokoaso” (bersatu/bergotong royong) dalam menyelesaikan setiap persoalan kehidupan kemasyarakatan sesuai dengan peran masing-masing dalam masyarakat.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Aditiawati, P., Indriani, A. D., Suantika, G., & Simatupang, T. M. (2016). Pengembangan Potensi Lokal Di Desa Panawangan Sebagai Model Desa Vokasi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Dan Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional. Jurnal Sosioteknologi, 15(1), 59–67. https://doi.org/10.5614/sostek.itbj.2016.15.1.6
Azriful, A., Ghaffar, N. A., Jusriani, R., Mallapiang, F., & Nildawati, N. (2022). Pendampingan Kelompok Tani dalam Pengembangan Pangan Lokal Kaya Protein Binto’toeng (Cajanus Cajan) Potensial Pencegahan Stunting di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Gowa. KHIDMAH: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 30–42.
Bogdan dan Taylor, (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya.
Creswell, J. W. (2019). Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Endah, K. (2020). Pemberdayaan Masyarakat : Menggali Potensi Lokal Desa. Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan, 6(1), 135–143
Har T, Riant N (2016). Kebijakan Pendidikan (Yogyakarta: Pustaka Pelajar). Published online 2016:241
Irwan, I. (2019). Pemberian PMT Modifikasi Berbasis Kearifan Lokal Pada Balita Stunting dan Gizi Kurang. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 8(2), 139–150. https://doi.org/10.37905/siberma s.v8i2.7833
Izzuddin, Riyan P dan Agus Widiyarta (2024). Strategi Pemerintah Desa dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Desa Sruni Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan Volume 5. No. 2. (2024), hlm 971-986
Lamawuran, Yosef Dionisius, dkk (2023). Tradisi Bu’a Oring: Alternatif Penanganan Stunting Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Flores Timur. Jurnal Agregasi : Jurnal Aksi Reformasi Government Dalam Demokrasi Volume 11– Nomor 2, November 2023, (Hlm 112-128) DOI 10.34010/agregasi.v11i2.11228
Lestari, Tri Rini Puji (2023). Stunting Di Indonesia: Akar Masalah Dan Solusinya, Info Singkat. Vol. XV, No. 14/II/Pusaka/Juli/2023. Hal. 21-25
Nisa, Latif S. (2018). Kebijakan Penanggulangan Stunting di Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan Volume 13 Nomor 2 Desember 2018 : 173 – 179.
Phitra, Fajar Aria, dkk (2023). Evaluasi Pelaksanaan Program Pencegahan dan Penurunan Stunting di Desa Lokus Stunting Kabupaten Merangin Tahun 2022. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia (JKKI). VOLUME 12 No. 03 September 2023 Hal. 127 - 141
Priyono, (2020). Strategi Percepatan Penurunan Stunting Perdesaan (Studi Kasus Pendampingan Aksi Cegah Stunting di Desa Bayumundu, Kabupaten Pandeglang). Jurnal Good Governance Volume 16 No. 2, September 2020 hal. 149-174
Putri, Risya Ananda, dkk (2023). Pemanfaatan Potensi Lokal dalam Upaya Pencegahan Stunting. Internasional Journal Of Demos. Volume 5, Issue 1, March 2023
Rahman, Zainul dkk (2021). Analisis Kebijakan Pencegahan Stunting Dan Relevansi Penerapan Di Masyarakat (Studi Kasus: Desa Donowarih). Jurnal Karta Raharja 2(1) (2021); Hal 27-3
Safitra, L., Yuliani, F., & Abdul Tofandi. (2021). Stunting Prevention Program In North Bengkulu Regency. Ilmu Sosial Mamangan, 10(2), 116–125
Susanto T., (2017). Local-food-based complementary feeding for the nutritional status of children ages 6-36 months in rural areas of Indonesia. Korean J Pediatr. 2017 Oct;60(10):320-326. doi: 10.3345/kjp.2017.60.10.320. Epub 2017 Oct 20. PMID: 29158766; PMCID: PMC5687979.
Tarimana, Abdurrauf, (1985), Kalo Sebagai Kebudayaan Tolaki, Disertasi tidak diterbitkan, Jakarta, Universitas Indonesia.
Yunanda, R., Chalid, I., & Meliza, R. (2022). Formalisasi Tradisi “Me Bu Gateng” sebagai Upaya Penanggulangan Stunting di Kabupaten Bireuen. Jurnal Sosiologi USK (Media Pemikiran & Aplikasi), 16(1), 56–64. https://doi.org/10.24815/jsu.v16i 1.25585
Peraturan Perundang-Undangan
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Desa
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2027 Tentang Percepatan Penurunan Stunting