Representasi Kepemimpinan Populis Dedi Mulyadi dalam Konten Tempo

Main Article Content

Achmad Shofi
Ahmad Toni

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi dinamika politik dan gaya kepemimpinan di Indonesia, termasuk munculnya gaya kepemimpinan populis yang menekankan kedekatan emosional antara pemimpin dan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gaya kepemimpinan populis Dedi Mulyadi melalui video berjudul “Populisme Kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi” yang diproduksi oleh Tempo. Metode yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan pendekatan kualitatif berdasarkan tiga dimensi Norman Fairclough, yaitu analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video tersebut membangun citra kepemimpinan Dedi Mulyadi sebagai sosok yang merakyat, adaptif terhadap teknologi digital, dan mengintegrasikan nilai budaya lokal dalam komunikasi organisasinya. Penggunaan analogi budaya dan visualisasi simbolik memperkuat narasi kepemimpinan yang berwibawa dan berakar pada kearifan lokal. Selain itu, video juga menggambarkan dinamika komunikasi organisasi yang melibatkan keluarga dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan komunikasi politik. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami bagaimana media digital membentuk persepsi publik terhadap gaya kepemimpinan populis di tingkat pemerintahan daerah, serta peran komunikasi organisasi dalam mengelola citra dan legitimasi politik.

The development of information and communication technology has influenced political dynamics and leadership styles in Indonesia, including the emergence of populist leadership styles that emphasize emotional closeness between leaders and people. This study aims to analyze the representation of Dedi Mulyadi's populist leadership style through a video entitled “Populism Policy of West Java Governor Dedi Mulyadi” produced by Tempo. The method used is critical discourse analysis with a qualitative approach based on Norman Fairclough's three dimensions, namely text analysis, discourse practices, and social practices. The results show that the video builds an image of Dedi Mulyadi's leadership as a populist figure, adaptive to digital technology, and integrates local cultural values in his organizational communication. The use of cultural analogies and symbolic visualizations strengthens the narrative of authoritative leadership rooted in local wisdom. In addition, the video also illustrates the dynamics of organizational communication involving families and utilizing social media to expand the reach of political communication. This research contributes to understanding how digital media shapes public perceptions of populist leadership styles at the local government level, as well as the role of organizational communication in managing image and political legitimacy.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Achmad Shofi, Universitas Budi Luhur

Fakultas Ilmu Komunikasi & Desain Kreatif

Ahmad Toni, Universitas Budi Luhur

Fakultas Ilmu Komunikasi & Desain Kreatif

How to Cite

Representasi Kepemimpinan Populis Dedi Mulyadi dalam Konten Tempo. (2025). Receiver Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(2), 67-83. https://doi.org/10.59713/rjik.v1i2.1723

References

Arifin, M. (2023). Populisme dan "Personal Branding" Politisi. DetikNews.

Arsyad, A., Dzaljad,, R., Nurmiarani,, M., & Rantona, S. (2024). Media Sosial sebagai Agen Transformasi Politik: Analisis Pengaruh terhadap Proses Komunikasi Politik. Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sosial. JUPENDIS, 2(2), 240-251.

Couldry, N. (2012). Media, Society, World: Social Theory and Digital Media Practice. Polity Press.

Eriyanto. (2012). Analisis Wacana: Pengantar Analisis Teks Media. LKiS. Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Cambridge: Polity Press.

Grehenson, G. (2024, 9 23). Calon Tunggal di 38 Daerah, Kegagalan Partai Politik Calonkan Kadernya Sendiri. UNIVERSITAS GADJAH MADA. https://ugm.ac.id/id/berita/calon-tunggal-di-38-daerah-kegagalan-partai-politik-cal onkan-kadernya-sendiri

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. Sage Publications.

Hanafie Das, S. W., & Halik, A. (2021). Kompetensi Manajerial Kepala Madrasah & Relasinya Terhadap Profesionalisme Guru.

Kabanga,, L. (2023). Ideologi dalam pesan paskah 2023: pendekatan analisis wacana kritis dengan model Fairclough. Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(4), 1095-1110.

Miller, K. (2015). Organizational Communication: Approaches and Processes (7th ed.). Cengage Learning, 7.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Mudde, C., & Rovira Kaltwasser, C. (2017). Populism: A Very Short Introduction. Oxford University Press.

Muslim, M. A. (2019). Kapabilitas dinamis dalam kepemimpinan: Studi atas kepemimpinan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. DECISION: Jurnal Administrasi Publik, 1(1), 1–15. https://doi.org/10.23969/decision.v1i01.1445

Nurani, A. (2022). Fenomena Calon Tunggal dalam Pilkada: Tantangan Demokrasi Lokal di Indonesia. Jurnal Politik Lokal, 6(1), 45–58.

Partai Keadilan Sejahtera. (2023, Juni 18). Di Sambas, Aher cerita kesuksesannya pimpin Jawa Barat 2 periode. PKS.id. https://pks.id/content/di-sambas-aher-cerita-kesuksesannya-pimpin-jawa-barat-2- periode

Rahmawati, N. (2023). Krisis Kepemimpinan Nasional dan Pelemahan Demokrasi. Jurnal Politik dan Pemerintahan, 18(3), 210–225.

Rafi’I, A. N., D., K., & M., M. (2022). Pengaruh komunikasi organisasi dan gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja pegawai (Pada Bagian Humas dan Protokol Biro Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah). Jurnal Ilmu Komunikasi.

Romli, R. (2020). Implementasi strategi komunikasi “Bandung Juara” sebagai bagian dari city branding Kota Bandung. PRofesi Humas, 4(2), 263-289.

Rosadi, S. F. S., Yulyana, E., & Nababan, R. (2022). Media sosial YouTube sebagai sarana personal branding Dedi Mulyadi. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 6(3), 1–10. https://doi.org/10.58258/jisip.v6i3.3391

Shibghotulloh, D. A. M., Al-Banjari, H., & Djuyandi, Y. (2021). Peran aktor dalam proses pembentukan dinasti politik (Studi kasus di Kabupaten Purwakarta). Paradigma POLISTAAT: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 3(1), 1–16. https://doi.org/10.23969/paradigmapolistaat.v3i1.2931

Sutrisno, H. E. (2019). Budaya organisasi. Prenada Media.

Tempo, M. (2023, Mei 20). Bocor Alus Politik. Bocor Alus Politik. Retrieved 05 25, 2025, from https://www.tempo.co/podcast/bocor-alus-politik

Wang, X., A. D, S., S., T., Z., Z., & F., F. (2020). Public discourse and social network echo chambers driven by socio-cognitive biases. arXiv. https://arxiv.org/abs/2005.05195

Weyland, K. (2013). Latin America's Authoritarian Drift: The Threat from the Populist Left. Journal of Democracy, 24(3), 18–32.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.