Kawasan Rumah Adat Gorontalo Dengan Pendekatan Arsitektur Tradisional
DOI:
https://doi.org/10.37195/venustashome.v5i1.1772Abstract
Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat beragam, salah satunya tercermin dalam arsitektur tradisional yang mengandung nilai-nilai sosial, filosofi, dan kepercayaan masyarakat setempat. Provinsi Gorontalo merupakan salah satu daerah yang memiliki identitas budaya yang kuat melalui keberadaan rumah adat seperti Dulohupa, Bantayo Pobo’ide, Rumah Gobel, dan Rumah Ma’lihe (Potiwaluya). Namun demikian, keterbatasan sarana yang mewadahi informasi dan aktivitas kebudayaan menyebabkan rendahnya pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan wisatawan, terhadap nilai-nilai arsitektur tradisional Gorontalo. Skripsi ini bertujuan untuk merancang Kawasan Rumah Adat Gorontalo dengan pendekatan arsitektur tradisional sebagai upaya pelestarian, edukasi, dan pengembangan pariwisata budaya. Kawasan ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pamer budaya, tetapi juga sebagai ruang sosial dan ekonomi yang mampu mendukung keberlanjutan lingkungan dan aktivitas masyarakat. Pendekatan arsitektur tradisional diterapkan melalui pengolahan tata massa, tata ruang, bentuk bangunan, sistem struktur, penggunaan material lokal, serta penerapan makna simbolik yang berlandaskan falsafah adat Gorontalo. Metode yang digunakan dalam perancangan meliputi observasi lapangan, studi literatur, studi dokumentasi, dan studi komparasi terhadap kawasan budaya sejenis. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip arsitektur tradisional dalam perencanaan kawasan mampu memperkuat identitas lokal, meningkatkan kesadaran budaya masyarakat, serta meningkatkan daya tarik wisata daerah. Kawasan Rumah Adat Gorontalo diharapkan dapat menjadi ikon budaya yang berperan penting dalam pelestarian warisan arsitektur tradisional sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan wilayah dan keberlanjutan budaya lokal.
References
Bappenas. (2004). Pedoman perencanaan pembangunan kawasan. Jakarta: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.
Erdiansyah, G. P., & Anisa. (2019). Pendekatan arsitektur tradisional dalam perancangan kawasan budaya. Jurnal Arsitektur Nusantara, 8(2), 101–112.
Hindarto, P. (2007). Arsitektur tradisional Nusantara: Konsep, bentuk, dan makna. Yogyakarta: Andi Offset.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmawati, E. (2022). Nilai filosofis rumah adat Gorontalo sebagai representasi budaya lokal. Jurnal Budaya dan Arsitektur Lokal, 4(1), 15–27.
Rapoport, A. (1969). House form and culture. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.
Sukanti. (1993). Arsitektur tradisional Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Taylor, H. H. (1962). The dictionary of architecture. New York: Philosophical Library.
Tjahjono, G. (2000). Arsitektur sebagai simbol budaya. Dimensi Teknik Arsitektur, 28(2), 85–92.
Yudoseputro, W. (1986). Pengantar seni rupa Indonesia. Bandung: Angkasa.





