Redesain Kawasan Huntu Art District Dengan Pendekatan Arsitektur Vernakular
DOI:
https://doi.org/10.37195/xr7phy73Keywords:
redesain, huntu art district , arsitektur vernakularAbstract
Huntu Art District di Desa Huntu Selatan, Kabupaten Bone Bolango, merupakan kawasan seni berbasis masyarakat yang berperan dalam pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi kreatif. Namun, kawasan ini masih memiliki berbagai kendala, seperti fasilitas yang belum memadai, area kegiatan yang tidak terlindungi saat hujan, keterbatasan lahan parkir, serta penataan ruang yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan menghasilkan konsep redesain kawasan dengan pendekatan arsitektur vernakular. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip arsitektur vernakular melalui penggunaan elemen lokal, penambahan fasilitas pendukung, penataan sirkulasi, serta optimalisasi ruang publik mampu meningkatkan fungsi, kenyamanan, estetika, dan identitas kawasan. Redesain diharapkan menjadi solusi dalam mendukung aktivitas seni, memperkuat karakter budaya lokal, serta meningkatkan daya tarik wisata Huntu Art District secara berkelanjutan.






