Reception Analysis of Health Myths Content on @farhanzubedi’s TikTok Audience

Main Article Content

Dewi Andjelina Anjasmika
Rita Destiwati
Haris Annisari Indah Nur Rochimah

Abstract

People still have a high interest in knowing myths about health. This high interest has made medical personnel who are also content creators on TikTok also appear in their efforts to provide information about health myths. One of them is the TikTok account @farhanzubedi which has a high engagement rate or audience involvement. This engagement brings a variety of forms of message reception, because audiences have different abilities to receive and interpret messages either completely or not or provide their own perceptions based on their cultural background and experience.The purpose of this study is to determine the acceptance of mythical content messages about health in the TikTok @farhanzubedi audience. The research method used in this research is a qualitative research method with Stuart Hall's reception analysis theory approach. The data collection technique used was interviews with one key informant, five main informants and one expert informant. The results of this study indicate that the TikTok @farhanzubedi audience tends to interpret health myth content messages in the dominant hegemony position. However, not all health myth content on TikTok can be accepted in the dominant hegemony position, because there is still content that is interpreted in the negotiation position and the opposition position.


Masyarakat masih memiliki minat yang tinggi untuk mengetahui mitos-mitos seputar kesehatan. Tingginya minat tersebut membuat tenaga medis yang juga sebagai konten kreator di TikTok ikut bermunculan dalam usahanya memberikan informasi seputar mitos kesehatan. Salah satunya adalah akun TikTok @farhanzubedi yang memiliki engagement rate atau keterlibatan audiens yang tinggi. Keterlibatan tersebut mendatangkan bentuk penerimaan pesan yang beragam, karena audiens memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menerima dan menafsirkan pesan baik secara utuh maupun tidak atau memberikan persepsinya sendiri berdasarkan latar belakang budaya dan pengalamannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerimaan pesan konten mitos seputar kesehatan pada audiens TikTok @farhanzubedi. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan teori analisis resepsi Stuart Hall. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara kepada satu informan kunci, lima informan utama dan satu informan ahli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa audiens TikTok cenderung memaknai konten mitos kesehatan secara hegemonik dominan, mengikuti narasi yang disampaikan oleh kreator konten. Namun, penerimaan tidak seragam, karena beberapa audiens mengambil posisi negosiasi atau oposisi, bergantung pada pengalaman dan latar belakang mereka.Hasil penelitian ini penting dalam konteks penyebaran informasi kesehatan di media sosial. Dengan tingginya keterlibatan audiens, terutama pada konten kesehatan, kreator konten seperti @farhanzubedi memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang akurat dan tidak memperkuat mitos yang beredar

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Dewi Andjelina Anjasmika, Telkom University

Prodi Ilmu Komunikasi

Rita Destiwati, Telkom University

Prodi Ilmu Komunikasi

Haris Annisari Indah Nur Rochimah, Telkom University

Prodi Ilmu Komunikasi

How to Cite

Reception Analysis of Health Myths Content on @farhanzubedi’s TikTok Audience. (2025). Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Ilmu Komunikasi, 4(1), 116-131. https://doi.org/10.59713/jipik.v4i1.1056

References

Annur, C. M. (2023). 10 Negara dengan Jumlah Pengguna TikTok Terbanyak di Dunia (Oktober 2023). Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/11/22/indonesia-punya pengguna-tiktok-terbanyak-ke-2-di-dunia

Ardani, S. A. (2023). Pengaruh Mitos Terhadap Cepat atau Lambatnya Suatu Perubahan Sosial di Dalam Masyarakat. 1530–1537.

BRIN. (2023). Melihat Potensi Budaya Ilmiah di Kalangan Gen Z dalam Sebuah Riset. BRIN.Go.Id. https://www.brin.go.id/news/116551/melihat-potensi- budaya-ilmiah-di-kalangan-gen-z-dalam-sebuah-riset

Ghassani, A., & Nugroho, C. (2019). Pemaknaan Rasisme Dalam Film (Analisis Resepsi Film Get Out). Jurnal Manajemen Maranatha, 18(2), 127–134. https://doi.org/10.28932/jmm.v18i2.1619

Justine, F., Jodie, K., Alfajri, M. R., Dilo, M. S. A. R. U., & Al Kautsar, Z. H. (2021). Budaya Mengaitkan Berbagai Peristiwa Dengan Hal Mistis Oleh Masyarakat Indonesia. Jurnal Kewarganegaraan, 5(2), 602–611. https://doi.org/10.31316/jk.v5i2.1953 Kompas.com. (2022). Kenapa Manusia Ada yang Masih Percaya pada Mitos? Kompas.Com. https://www.kompas.com/tren/read/2022/04/19/170000065/kenapa- manusia-ada-yang-masih-percaya-pada-mitos-?page=all#google_vignette

Kumparan.com. (2022). Daftar Kreator Pemenang TikTok Awards 2021: Ada Farhan Zubedi hingga Fuji. Kumparan.Com. https://kumparan.com/millennial/daftar-kreator-pemenang-tiktok-awards 2021-ada-farhan-zubedi-hingga-fuji-1xaMl1JnJrZ/full

Liliweri, A. (2018). Dasar-Dasar Komunikasi Kesehatan (VI). Pustaka Pelajar Offset.

Nasrimi. (2021). Mitos-mitos dalam kepercayaan masyarakat. Serambi Academia, 9(11), 2109–2116.

Nasrullah, R. (2018). Komunikasi Antar Budaya: Di Era Budaya Siber (Y. Rendy (ed.); III). Kencana Prenadamedia Group. https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=EdbFDwAAQBAJ&oi=fnd&p g=PR1&dq=komunikasi+antar+budaya&ots=CEzrrImQca&sig=vnBqhMtI6Fl Lz1KS_pW1-kCHnRw&redir_esc=y#v=onepage&q=komunikasi antar budaya&f=false

Perbawasari, S., Sjoraida, D. F., Anisa, R., & Masrina, D. (2022). Sosialisasi Pemanfaatan Mitos dalam Komunikasi Kesehatan kepada Masyarakat Desa Selasari Pangandaran. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 3(1), 21–32. https://doi.org/10.37680/amalee.v3i1.1065

Purnamasari, N. P., & Tutiasri, R. P. (2021). Analisis Resepsi Remaja Perempuan terhadap Gaya Hidup Berbelanja Fashion Melalui Tayangan Video ‘Belanja Gak Aturan’ dalam Akun Tiktok @handmadeshoesby. Representamen, 7(01), 79–91. https://doi.org/10.30996/representamen.v7i01.5129

Rahmawati, S., & Andalas, E. (2022). Dampak Mitos Menstruasi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat Kabupaten Probolinggo. Lingua Franca:Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajarannya, 6(1), 97. https://doi.org/10.30651/lf.v6i1.7817

Ramadhani, B., & Ervan, N. M. (2023). Keterkaitan Budaya Mitos Yang Dipercaya Masyarakat Terhadap Pandangan Agama Islam. Jurnal Dinamika Sosial Budaya, 25(3), 14–19.

Santika, E. F. (2023). Kelompok Anak Muda Jadi Pengguna Terbesar TikTok, Usia Berapa Mereka Databoks. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/09/27/kelompok-anak- muda-jadi-pengguna-terbesar-tiktok-usia-berapa-mereka

Schubbe, D. (2018). Does Pictorial Health Information Improve Health Behaviours And Other Outcomes? A Systematic Review Protocol. National Library Of Medicine. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2018-023300

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif (Sutopo (ed.); II).

ALFABETA.

Triratnawati, A., & Novyantari, D. (2021). Mitos dan Pengetahuan Masyarakat Desa Tentang Kanker Payudara. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 7(3), 150. https://doi.org/10.22146/jkr.59838

Wahjuni, dr. F. R. (2012). Kontroversi 101 Mitos Kesehatan (Ariesta (ed.); I).

Penebar Plus (Penebar Swadaya Grup).

Zhu, C., Xu, X., Zhang, W., Chen, J., & Evans, R. (2020). How health communication via tik tok makes a difference: A content analysis of tik tok accounts run by Chinese provincial health committees. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(1). https://doi.org/10.3390/ijerph17010192

Wawancara/ Interviews

A. (2024). Google Meet, 8 Mei, 2024.

RDS (2024). Direct Message TikTok, 1 April – 4 April, 2024.

Agnes (2024). Google Meet, 4 April, 2024.

Jaka (2024). Zoom Meeting, 4 April, 2024.

Nabila (2024). Google Meet, 6 April, 2024.

Shavira (2024). Direct Message TikTok, 14 April – 22 April, 2024.

AK (2024). Zoom Meeting, 3 April, 2024.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.