Interpersonal Communication Analysis in the Context of Emotional Manipulation Patterns as Gender-Based Violence Case Study of Gender-Based Violence on @SBYFESS Account
Main Article Content
Abstract
A type of manipulative behavior in relationships known as love bombing is when a person focuses on controlling their partner. Information was collected through in-depth interviews with informants who commented in the @SBYFESS community, who were purposively selected based on their love bombing experiences. This research method uses qualitative data analysis and qualitative case study approach with data collection techniques in the form of interviews and documentation to 8 informants who live in Surabaya. The results show that love bombing is a complex type of psychological violence that affects the victim's interpersonal communication through patterns of emotional manipulation, control, and decreased self-confidence. The results show how interpersonal communication relationships in relationship development have duplicated the Orientation stage with the Active Exploration stage in Social Penetration Theory. The perpetrator is also able to create emotional dependence and communicate by manipulating and controlling the aspects contained in the success of interpersonal communication in the form of empathy, support, positive attitudes, and equality in developing relationships at the Affective stage in Social Penetration Theory. So that the relationship that has been indicated by love bombing behavior, will never reach the Stable stage in the last stage of Social Penetration Theory. This research supports the theoretical understanding of the love bombing phenomenon to the dynamics of gender-based violence in interpersonal communication.
Jenis perilaku manipulatif dalam hubungan yang dikenal sebagai love bombing adalah ketika seseorang berfokus pada mengendalikan pasangannya. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan yang berkomentar dalam komunitas @SBYFESS, yang dipilih secara purposif berdasarkan pengalaman love bombing yang dialami informan terkait. Metode penelitian ini menggunakan analisis data secara kualitatif dan pendekatan studi kasus kualitatif dengan teknik pengambilan data berupa wawancara dan dokumentasi kepada 8 informan yang berdomisili di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa love bombing adalah jenis kekerasan psikologis yang kompleks yang memengaruhi komunikasi interpersonal korban melalui pola manipulasi emosional, kontrol, dan penurunan kepercayaan diri. Hasil penelitian menunjukkan bagaimana hubungan komunikasi interpersonal dalam pengembangan hubungan sudah merangkap tahap Orientasi dengan tahap Aktif Eksplorasi pada Teori Penetrasi Sosial. Pelaku juga mampu membuat ketergantungan emosional dan berkomunikasi dengan cara memanipulasi dan mengontrol pada aspek yang terkandung dalam keberhasilan komunikasi interpersonal dalam bentuk empati, dukungan, sikap sositif, dan kesetaraan dalam pengembangan hubungan pada tahap Afektif dalam Teori Penetrasi Sosial. Sehingga hubungan yang sudah terindikasi perilaku love bombing, tidak akan pernah sampai pada tahap Stabil dalam tahap terakhir Teori Penetrasi Sosial. Penelitian ini mendukung pemahaman teoritis tentang fenomena love bombing hingga dinamika kekerasan berbasis gender dalam komunikasi interpersonal.
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Arcani, I., Imanina, R., Saraswati, N., & Andini, S. (2020). Dinamika Psikologis Pada Perempuan Korban Kekerasan Dalam Pacaran.
Azhar Musyaffa, R., Effendi, S., Profesor HR Boenyamin, J. D., Purwokerto Utara, K., Banyumas, K., & Tengah, J. (2022). Kekerasan berbasis gender online dalam interaksi di media sosial. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 19(02).
Christian, A. (2023). Strategi Koping Korban Hubungan Romantis Love Bombing: Studi Fenomenologi.
DeVito, J. A. (2014). The Interpersonal Communication Book : Thirteenth Edition. United States of America: Pearson Education, Inc
Diva Parasdya, S., Setiansah, M., Ilmu Komunikasi, J. (2023). Konten Kisah Akun Instagram @perempuanberkisah Sebagai Ruang Bersuara Perempuan Korban Kekerasan Berbasis Gender Online. Avant Garde, 11(1), 50–67.
Love Bombing a Love Addict: Connection in Modern Love | Eating Recovery Center, (2022). https://www.eatingrecoverycenter.com/blog/love-bombing-connection-modern-love
Hamzah, R. E. (2018). Pengembangan Hubungan Komunikasi Antarpribadi Dikalangan Mahasiswa. Jurnal Pustaka Komunikasi, 1(1), 180–187.
Hikmawati. (2021). Pengaturan Kekerasan Berbasis Gender Online: Perspektif Ius Constitutum dan Ius Constituendum.
Khairunisa, N. (2023). Fenomena Love Bombing Sebagai Bentuk Kekerasan Berbasis Gender Dalam Pacaran Pada Kalangan Mahasiswa.
Koli, E., Kristen, W. R. C., & J. T. (2022). Keadilan Gender dan Pengalaman Kekerasan dalam Rumah Tangga: Suatu Studi terhadap Persepsi Mahasiswa Fakultas Teologi.
Kustiawan, et al. ,2022. (2022). Teori Penetrasi Sosial. 03.
Moore, A. (n.d.). Love Bombing: 12 Signs & Why It’s A Problem In Relationships. (2023). https://www.mindbodygreen.com/articles/love-bombing
Mulida H. Syaiful Tency dan Ibnu Elmi, Kekerasan Seksual dan Perceraian, Intimedia, Malang, 2009, hlm. 17.
Novianti, E. (2019). Teori Komunikasi Umum dan Aplikasinya
Purwanti, A. (2020). Kekerasan Berbasis Gender
Putri, R. R. (2012). Kekerasan Dalam Berpacaran.
Risya, J., Prameswari, C., Jacomina, D., Hehanussa, A., Salamor, Y. B., & Artikel, I. (2021). Kekerasan Berbasis Gender di Media Sosial. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 1(1), 55–61.
Rosyidah, F., & Nurwani, N. (2019). Gender dan Stereotipe: Konstruksi Realitas dalam Media Sosial Instagram
Rumambi, Gracia Nathalia. 2022. “Pola Komunikasi Orang Tua Dengan Remaja Pecandu Gawai Di Kota Manado.” Jurnal Pendidikan Tambusai6(1):1939–49. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/3239 (June 28, 2024).
Salsabila, A. D., Bajari, A., & Setiaman, A. (2023). Pengalaman Komunikasi Perempuan Korban Kekerasan dalam Pacaran. TUTURAN: Jurnal Ilmu Komunikasi, Sosial Dan Humaniora, 1(3), 150–167.
Sri, R., & Nuzulia, S. (n.d.). Mitos dan Fakta: Siapa yang Lebih Manipulatif, Pria atau Wanita?
Subhan, Z. (2004). Kekerasan terhadap perempuan.
Susanto, E. (2018). Komunikasi Manusia: Teori dan Praktik Dalam Penyampaian Gagasan.
Syobah, Sy. N., Nugraha, A. B., Juwita, R., Kamsiah, K., & Lawang, K. A. (2023). Keefektifan Komunikasi Interpersonal dalam Menyelesaikan Konflik Suami Istri. Jurnal Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 7(1), 118–129.
Wood, J. T. (2014). Communication Mosaics: An Introduction To The Field Of Communication.
Sri, R., & Nuzulia, S. (n.d.). Mitos dan Fakta: Siapa yang Lebih Manipulatif, Pria atau Wanita?
Wawancara/ Interviews
Azzahra, Annisya. (2020). Surabaya, 28, 2024.