Dampak Ekologi Galian C dan Upaya Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir Bone Bolango

Main Article Content

Wahab Abdul Wahab Podungge
⁠Elvin S. Amir
Fachrul A. Sanau3
Sanjaya Pratama
Refawanti Ibrahim
Pathul Rozak
Eugenius Manimau
Widya Khoirun Nisa
Vivin Sucik Agustin
Rosdika Tomayahu
Abdul Afif Pakaya11

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh aktivitas pertambangan Galian C di wilayah pesisir Kabupaten Bone Bolango telah memberikan dampak ekologis yang signifikan, termasuk kerusakan ekosistem darat maupun laut, percepatan degradasi lingkungan, dan memperparah dampak perubahan iklim. Eksploitasi sumber daya alam tanpa pengelolaan yang berbasis ekologi mengancam keberlanjutan lingkungan dan menurunkan kualitas hidup masyarakat pesisir secara nyata. Kerusakan ekosistem tidak hanya berdampak pada aspek lingkungan, tetapi juga menciptakan ketimpangan struktural yang memperlebar masalah masyarakat lokal. Pemberian izin tambang yang bersifat sentralistik tanpa partisipasi masyarakat telah menutup ruang kontrol warga atas lingkungannya, memperkuat dominasi pelaku usaha besar, dan pemerintah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam dinamika sosial-ekologis yang terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Bone Bolango, khususnya dalam merespons dampak perubahan iklim dan aktivitas pertambangan Galian C. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatoris dengan strategi studi kasus. Hasil kegiatan pengabdian ini menyoroti bahwa kebijakan dan kelembagaan memiliki peran strategis dalam menentukan arah keberlanjutan tata kelola sumber daya alam. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya sinergi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menyusun kebijakan adaptasi dan mitigasi berbasis ekologi, penguatan kapasitas masyarakat, peningkatan partisipasi dalam pengawasan, serta pemulihan ekosistem secara berkelanjutan. Pemerintah daerah juga perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap izin-izin tambang yang telah diberikan, memastikan bahwa setiap aktivitas industri ekstraktif tunduk pada prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dan keadilan ekologis.


This article is motivated by the fact that Class C mining activities in the coastal areas of Bone Bolango Regency have had significant ecological impacts, including damage to terrestrial and marine ecosystems, accelerated environmental degradation, and exacerbated the impacts of climate change. Exploitation of natural resources without ecologically based management threatens environmental sustainability and significantly reduces the quality of life of coastal communities. Ecosystem damage not only has an impact on environmental aspects, but also creates structural inequalities that widen local community problems. The granting of mining permits that are centralistic without community participation has closed the space for residents to control their environment, strengthened the dominance of large business actors, and the government. This community service activity aims to deeply understand the socio-ecological dynamics that occur in the coastal areas of Bone Bolango Regency, especially in responding to the impacts of climate change and Class C mining activities. The method used is a participatory qualitative approach with a case study strategy. The results of this community service activity highlight that policies and institutions have a strategic role in determining the direction of sustainable natural resource governance. This activity recommends the need for cross-sector synergy between government, academics, communities, and business actors in formulating ecological-based adaptation and mitigation policies, strengthening community capacity, increasing participation in monitoring, and sustainable ecosystem restoration. Local governments also need to conduct in-depth evaluations of mining permits that have been granted, ensuring that every extractive industry activity is subject to the principles of sustainable development and ecological justice.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

Dampak Ekologi Galian C dan Upaya Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir Bone Bolango. (2025). Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(1), 31-43. https://doi.org/10.59713/ejppm.v3i1.1386

References

Achjar, K. A. H., Rusliyadi, M., Zaenurrosyid, A., Rumata, N. A., Nirwana, I., & Abadi, A. (2023). Metode penelitian kualitatif: Panduan praktis untuk analisis data kualitatif dan studi kasus. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Budiansyah, B., & Amiruddin, A. (2024). Dampak Aktivitas Pertambangan Galian C Terhadap Lingkungan Di Desa Busak I Kecamatan Karamat Kabupaten Buol. Jurnal Gawalise, 3(1), 38- 44.

Bayati, H., Solikatun, S., & Syuhada, K. (2023, April). Kondisi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Bagi Masyarakat di Sekitar Lokasi Pertambangan Bahan Galian Golongan C Ilegal (Studi di Desa Karang Sidemen, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah). In Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Sosiologi (Vol. 1, No. 1, pp. 150-162).

Hijri, Y. S., Kurniawan, W., & Hilman, Y. A. (2020). Praktik Penyusunan Peraturan Desa (Perdes) sebagai Penguatan Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Malang. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 1(1), 1-11.

KompasTV Gorontalo. (2024, 21 September). Konflik Tambang Galian C di Kabila Bone, Warga dan Perusahaan Lakukan Mediasi. www.kompas.tv. https://www.kompas.tv/regional/539869/konflik- tambang-galian-c-di-kabila-bone-warga-dan-perusahaan-lakukan-mediasi

Mikkelsen, B. (2011). Metode penelitian partisipatoris dan upaya pemberdayaan: Panduan bagi praktisi lapangan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Murti, G. H. (2018). Menuju Ecocentrisme: Menapaki Jalan Ekologis yang Etis. Satwika: Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial, 2(2), 87-94

Neumann, R. (2014). Making political ecology. Routledge.

Prayitno, G., & Subagiyo, A. (2018). Membangun desa: Merencanakan desa dengan pendekatan partisipatif dan berkelanjutan. Universitas Brawijaya Press.

Paripurno, E. T. (2014). Panduan pengelolaan risiko bencana berbasis komunitas (PRBBK).

Rahim, E., & Amrain, F. (2024). Optimalisasi Peran Aparat Pemerintah Dalam Pembentukan Peraturan Desa Yang Partisipatif Untuk Mendukung Penguatan Desa Tangguh Bencana Di Desa Soginti Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato. Maju: Indonesian Journal of Community Empowerment, 1(6), 385-391.

Salahuddin, A. (2024). Dampak Aktivitas Penambangan Bahan Galian C pada Lingkungan Biofisik dan Sosial Ekonomi Penambang di Kabupaten Bone Bolango. Jurnal Teknik, 22(1), 24-44.

Salsabil, R., Wibowo, R. B., & Rahayu, R. (2024). Kerusakan Ekosistem Akibat Penambangan Pasir di Kawasan Gunung Merapi Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Jurnal Ekologi, Masyarakat dan Sains, 5(1), 122-129.

Suprayogi, S., Purnama, L. S., & Darmanto, D. (2024). Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. UGM PRESS.

Urry, J. (2015). Climate change and society. In Why the social sciences matter (pp. 45-59). London: Palgrave Macmillan UK.

Yusuf, W. A., Susilawati, H. L., Wihardjaka, A., Harsanti, E. S., Adriany, T. A., Dewi, T., ... & Husaini,

M. (2023). Kerusakan dan pencemaran lingkungan pertanian: karakteristik dan penanggulangannya. UGM PRESS.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.