Transformasi Kapasitas Aparatur Desa dalam Penyusunan RAB: Studi Kasus di Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango

Main Article Content

Ervan Hasan Harun
Arfan Utiarahman
Jumiati Ilham

Abstract

Pembangunan infrastruktur desa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. Namun, keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kemampuan aparatur desa dalam menyusun dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat dan sesuai dengan standar harga satuan resmi seperti AHSP dan SNI. Di Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, penyusunan RAB selama ini masih dilakukan secara manual tanpa acuan standar dan tanpa dukungan teknologi informasi, sehingga menghambat efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana Desa. Untuk mengatasi hal tersebut, tim pengabdian dari Universitas Negeri Gorontalo melaksanakan program pelatihan dan pendampingan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Metode kegiatan meliputi pelatihan teknis penyusunan RAB berbasis AHSP/SNI, pelatihan penggunaan Excel, serta pengarsipan dokumen digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta sebesar 35% dibandingkan sebelum pelatihan dan terbentuknya sistem pengarsipan digital di pemerintah desa. Program ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan teknis aparatur, memperkuat tata kelola keuangan desa yang transparan, serta menjadi model replikasi bagi desa lain menuju transformasi digital pemerintahan desa.
 
Village infrastructure development plays a crucial role in improving welfare and equitable development. However, its success depends heavily on the ability of village officials to prepare accurate Budget Plan (RAB) documents that comply with official unit price standards such as AHSP and SNI. In Tuloa Village, North Bulango District, Bone Bolango Regency, RAB preparation has been carried out manually without standard references and without the support of information technology, thus hampering the efficiency, accountability, and transparency of Village Fund management. To address this, a community service team from Gorontalo State University implemented a training and mentoring program to increase the capacity of village officials through a participatory and collaborative approach. The activity methods included technical training in preparing AHSP/SNI-based RABs, training in Excel usage, and digital document archiving. Evaluation results showed a 35% increase in participant knowledge compared to before the training and the establishment of a digital archiving system within the village government. This program was deemed effective in improving the technical skills of officials, strengthening transparent village financial governance, and serving as a model for replication for other villages towards digital transformation of village government.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Ervan Hasan Harun, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan

Arfan Utiarahman, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Teknik Sipil

Jumiati Ilham, Universitas Negeri Gorontalo

Program Studi Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan

How to Cite

Transformasi Kapasitas Aparatur Desa dalam Penyusunan RAB: Studi Kasus di Desa Tuloa, Kabupaten Bone Bolango. (2025). Empiris Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), 44-51. https://doi.org/10.59713/ejppm.v3i2.1680

References

Aisyaturrahmi, A., Nuswantara, D. A., Prastiwi, D., Bhilawa, L., & Md Daud, S. A. M. (2021). Transparency and Accountability of a Village Fund Management During COVID-19 Crisis. International Journal of Service Management and Sustainability, 6(2), 189–210. https://doi.org/10.24191/ijsms.v6i2.15580

Alfarisi, M. A., & Heriyanto. (2024). The Relationship between Village Government and Community in Village Development in Mungguk Bantok, Indonesia. NeoRespublica : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 5(2), 911–928. https://doi.org/10.52423/neores.v5i2.201

BPS Bone Bolango. (2023). Kecamatan Bulango Utara dalam Angka (Bulango Utara Subdistrict In Figures). BPS Kab. Bone Bolango.

Endom, S. T., Saleh, L. M., & Titaley, H. D. (2023). Rencana Anggaran Biaya Menggunakan Metode AHSP 2016 dan SNI 2018 pada Proyek Pembangunan Gedung Madrasah Ibtidaiyah Negeri 5 Kabupaten Maluku Tengah. JOURNAL AGREGATE, 2(2), 255–261.

Ginting, A. H., Widianingsih, I., Mulyawan, R., & Nurasa, H. (2023). Village Government’s Risk Management and Village Fund Administration in Indonesia. Sustainability (Switzerland), 15(24). https://doi.org/10.3390/su152416706

Kania Sugiharti, D., Herdita Ramadhani, R., Sueb, M., Irawadi, C., & Yuliafitri, I. (2023). Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Dalam Pengelolaan Dana Desa Di Desa Cintaratu Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran. Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat, 12(2), 255–261.

Kemen PUPR. (2023). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia No. 8 Tahun 2023 tentang Pedoman Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. www.peraturan.go.id

Nata, A. (2022, June 7). Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP SNI. BETANTT. https://betantt.com/ebook-analisa-harga-satuan-pekerjaan-gratis/

Oktavia, S. (2024). Transparent Governance: Unveiling Accountability in Village Budget Management. Indonesian Journal of Law and Economics Review, 19(2). https://doi.org/10.21070/ijler.v19i2.1036

Ramadhanny, R. K., Yuwono, T., & Manar, D. G. (2018). Inovasi Tata Kelola Keuangan Pemerintah Desa : Electronic Village Budgeting (E-Village Budgeting) untuk Menciptakan Good Governance di Kabupaten Banyuwangi. Journal of Politic and Government Studies, 7(3), 1–15.

Zulmasyhur, Dian Setiawan, H., & Petrus W, N. L. (2024). Peningkatan Tata Kelola Melalui Transformasi Digital (Enhancing Governance Through Digital Transformation). Jurnal Governansi, 10(1), 127–136.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.