Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Desa Pakis

Main Article Content

Pipit Pratiwi
Edhi Siswanto

Abstract

Pemerintah mengumatakan nilai pendidikan pada semua lapisan masyarakat melalui peningkatan kualitas pendidikan sebagai bagian dari perannya dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pendidikan formal dalam program wajib belajar 12 tahun di desa pakis. Wawancara dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data, dan analisis deskriptif digunakan sebagai metode analisis data. Berdasarkan temuan penelitian, pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun di Desa Pakis Kabupaten Jember (2022-2023) tidak mengalami kenaikan maupun penurun. Tantangan pelaksanaan program wajib belajar 12 tahun antara lain tingkat pendapatan orang tua yang relative rendah, jenis pekerjaan orang tua, dan waktu yang dibutuhkan anak untuk menempuh perjalanan dari rumah ke sekolah membutuhkan waktu 10-15 menit dengan jarak tempuh 3km-5km setiap hari dengan berjalan kaki ataupun berkendara. Penelitian ini menyarankan bahwa Dinas Pendidikan harus menjamin bahwa masyarakat mendapat informasi tentang program wajib belajar 12 tahun dan bahwa Negara bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan gratis kepada anak-anak dari latar belakang yang kurang mampu.


The government publicizes the value of education to all levels of society through improving the quality of education as part of its role in society. This study aims to explain how formal education in the 12-year compulsory education program in Pakis village. Interviews and documentation were used as data collection methods, and descriptive analysis was used as the data analysis method. Based on the research findings, the implementation of the 12-year compulsory education program in Pakis Village, Jember Regency (2022-2023) has neither increased nor decreased. Challenges to the implementation of the 12-year compulsory education program include the relatively low income level of parents, the type of work of parents, and the time it takes children to travel from home to school takes 10-15 minutes with a distance of 3km-5km every day by walking or driving. This study suggests that the education office should ensure that the community is informed about the 12-year compulsory education program and that the state is responsible for providing free education to children from disadvantaged backgrounds.

Article Details

Section

Articles

Author Biographies

Pipit Pratiwi, Universitas Muhammadiyah Jember

Prodi Ilmu Pemerintahan

Edhi Siswanto, Universitas Muhammadiyah Jember

Prodi Ilmu Pemerintahan

How to Cite

Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Desa Pakis. (2023). PROVIDER JURNAL ILMU PEMERINTAHAN, 2(2), 94-107. https://doi.org/10.59713/projip.v2i2.646

References

Agustino. (2006). Implementasi Kebijakan Publik Model Van Meter Van Horn: The Policy. http://observatorio.epacartagena.gov.co/wp-content/uploads/2017/08/metodologia-de-la-investigacion-sexta-edicion.compressed.pdf

Annisa, N., Bariah, O., & Sitika, A. J. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Tinggi Kaum Perempuan (Studi Kasus di Kecamatan Pakusarakan Kabupaten Karawang). I S L A M I K A Jurnal Keislaman Dan Ilmu Pendidikan, 4(4), 871–882.

Asmara, Y. R. I., & Sukadana, I. W. (2016). Mengapa Angka Putus Sekolah Masih Tinggi? (Studi Kasus Kabupaten Buleleng Bali). E-Journal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, 5(12), 1347–1383. https://ojs.unud.ac.id/index.php/eep/article/download/23557/16727/

Dewi, N. A. K., Zukhri, A., & Dunia, I. K. (2014). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah 2012 / 2013. Jurnal Juruan Pendidikan Ekonomi, 4(1), 1–12. https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPE/article/view/1898

Djaba, M., & Rachman, E. (2019). Implementasi Kebijakan Pencegahan Pemberantas Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). PUBLIK: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, Administrasi Dan Pelayanan Publik, 6(2), 83–93.

Elyasa. (2016). EVALUASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM WAJIB BELAJAR 12 TAHUN DI KOTA DEPOK JAWA BARAT (Studi Kasus Pada Jenjang Pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri). Jurnal Manajemen Pendidikan, 7(2), 1377–1388.

Griadhi, N. (2018). Implementasi Pengaturan Hak Konstitusional Anak Dalam Pemenuhan Wajib Belajar 12 Tahun Di Provinsi Bali. Vyavahara Duta, 1, 47–56. http://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/VD/article/view/686%0Ahttp://www.ejournal.ihdn.ac.id/index.php/VD/article/download/686/572

Hukama, A. F. (2017). Persepsi Masyarakat Pedesaan Terhadap Pendidikan Tinggi (Studi Analisis Teori George Herbert Mead). J-PIPS (Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial), 4(1), 1. https://doi.org/10.18860/jpips.v4i1.7298

Jamaluddin, J., Quthny, Y. A., & Bahrudin, B. (2022). Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Pada Remaja Di Desa Liprak Kidul Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter, 5(2), 105. https://doi.org/10.31764/pendekar.v5i2.9980

Kusuma, W. W. (2015). Implementasi Program wajib Belajar 12 Tahun Di Provinsi DKI Jakarta (Studi Kota Administrasi Jakarta Timur). Journal Of Politic and Govemment Studies, 1–18.

Lijan P. Sinambela. (2018). Reformasi Pelayanan Publik : Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Bumi Aksara, Jakarta.

Marcelina, M., Kalalo, K., Kimbal, M., & Kimbal, A. (2018). Implementasi Kebijakan Pembangunan Terminal Tatelu Di Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara. Eksekutif, 1(1), 1–11.

Maringan, K., Pongtuluran, Y., & Maria, S. (2016). Pengaruh Tingkat Pendidikan, Sikap Kerja Dan Keterampilan Kerja Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pt. Wahana Sumber Lestari Samarinda. AKUNTABEL: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan, 13(2), 135–150. http://journal.feb.unmul.ac.id

Ngabito, N., Razak, D. A., & Raf, B. (n.d.). Implementasi Program Bantuan Rumah Hunian Bagi Masyarakat Miskin Di Provinsi Gorontalo Implementation of the Residential Housing Assistance Program for the Poor in Gorontalo Province berbagai program untuk mengatasinya . Salah satu program pengentasan Hun. Provider Jurnal Ilmu Pemerintahan, 02(September 2023), 76–93.

Pandu, K. T., Aminuyati, A., & Atmaja, T. S. (2022). Analisis Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah Jenjang Sekolah Menengah Pertama Di Desa Maju Karya Kecamatan Parindu Kabupaten Sanggau. Jurnal Pendidikan Sosiologi Dan Humaniora, 13(2), 543. https://doi.org/10.26418/j-psh.v13i2.57605

Rahmayani, M. (2021). Persepsi Masyarakat Terhadap Pentingnya Pendidikan Tinggi untuk Kaum Perempuan. Jurnal Sosial Sains, 1(9), 3635–3641. https://doi.org/10.59188/jurnalsosains.v1i9.169

Rayani, E. (2020). Survey Tentang Kebijakan Pemerintah Terhadap Jarak Sekolah dengan Rumah Menurut Prespektif Orang Tua. Jurnal Pendidikan Kebutuhan Khusus, 4(2), 34–37. https://doi.org/10.24036/jpkk.v4i2.561

Riduwan. (2018). Metode dan Teknik Menyusun Tesis. Penerbit Alfabeta, Bandung.

Rofiah, N. H., & Kurniawan, M. R. (2017). Kesiapan Guru dalam Pelaksanaan Wajib Belajar 12 Tahun di Sekolah Inklusi. Urecol, 343–348.

Rusma Putri Nurjati. (2020). Pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 Tahun Di Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal Tahun 2018 Skripsi.

Samaun, R., Bakri, B., & Mediansyah, A. R. (2021). Upaya Pemerintah Desa Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Pembangunan Desa Oluhuta Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara. Hulondalo Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Ilmu Komunikasi, 1, 18–33.

Sarfa, W. (2016). Analisis Faktor-Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di Kampung Warga Negeri Hative Kecil Kota Ambon. Al-Iltizam, 1(2), 93–113.

Sekolah, A. P., & Menengah, J. S. (2021). Sekolah Menengah. 2(2).

Siswanto, A. (2017). Pelaksanaan Program Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun Pada Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Bantul. Jurnal Hanata Widya, 6(2), 55–65.

Sugiyono. (2012). Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metodelogi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Bisnis (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2018a). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. (2018b). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&D. Alfabeta.

Zainuri, M., Matsum, J. H., & Thomas, Y. (2020). Tingkat Pendapatan, sosial, Budaya dan Jarak Rumah dengan Sekolah sebagai Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 3(10), 1–15.

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.